Cerpen Terbang Bersama Syairmu



Terbang Bersama Syairmu

Sebuah sajak indah yang pernah kubaca 10 tahun yang lalu. Kedai kecil yang selalu aku gunakan bercengkrama dengan temanku saat pulang sekolah serasa baru kemarin aku minum es dawet atau es campur ditambah beberapa gorengan hangat sembari menunggu angkot yang berjubel setiap kali anak-anak SMA dan STM pulang sekolah. Kami bertiga anak perempuan yang selalu setia masuk ke kedai es yang ada di pinggir jalan raya mau gerimis atau hujan petir sekalipun .
Penjual kedai sampai hafal dengan kami yang selalu berlama-lama di dalam kedai,kami pun tidak dimarahi karena kami adalah pelanggan setianya. Amy ,Nina dan aku,waktu itu masih duduk di kelas 2 SMA ,betapa indahnya waktu itu,karena waktu itu kami masih membicarakan pemuda yang ganteng,yang cool,yang jaim sampai cowok menyebalkan menurut kami tapi kami tetap juga kami naksir.
Kadang kalo azan Asar berkumandang baru kami bertiga beranjak dari kedai itu dan penjual kedai yang masih muda selalu baik kepada kami,sayang kami tidak pernah membicarakan penjual kedai entah kenapa padahal masih muda dan tidak begitu jelek tapi mungkin waktu itu target pembicaraan kami adalah anak putih abu-abu SMA atau STM hehhe ( maaf ya bang..)
10 tahun yang lalu saat kami bertiga menyusuri jalan sambil bercerita namun tidak ada yang pasti bahwa disukai oleh cowok yang kita bicarakan.Aneh, melintasi waktu yang tidak sedikit namun kenangan itu sangat membuat aku ingin dilahirkan kembali dan serasa dunia hanya milik kita bertiga. Kami yang cuek,kami yang tidak mau tahu urusan orang, dan kami yang akhirnya mencintai orang yang tidak pernah kami bicarakan. Lucunya cerita remajaku bersama kedua sahabatku itu.
10 tahun yang lalu saat aku menemukan secarik kertas di laci dan aku baru tahu ada yang memperhatikan teman satu sekolah.Aah…dunia seakan berwarna-warni, dan kamipun akan bercerita banyak sambil makan gorengan dan beberapa gelas es campur atau es dawet kesukaanku hehehe
10 tahun yang lalu saat kedua temanku Amy dan Nina ternyata sudah berpacaran, serunya cerita pulang sekolahku, kami tertawa sekeras-kerasnya kadang sambil berkejaran karena sangat senang ada teman untuk curahan hati.
Kertas itu aku baca dengan mata berbinar dan pastinya bersama kedua temanku. Tapi, aku tidak menyangka ada juga yang suka sama aku,bukankah aku paling jelek diantara kedua temanku Amy dan Nina.Itulah mungkin yang dinamakan cinta.
10 tahun yang lalu aku menahan tangis di jalan dan menumpahkan di kedai es karena tidak boleh pacaran. Disusul seminggu kemudian, Amy yang menangis di pundakku karena tidak disetujui oleh Bapaknya pacarnya. Nina juga menangis, karena kakaknya laki-laki yang pertama juga tidak memperbolehkan Nina berpacaran, bahkan beberapa kali pacarnya diusir saat apel sama Nina.
Aku beresi beberapa kertas dan kaget dengan tertawanya siswa kecilku yang sangat kencang, aku tersadar bahwa sekian menit aku melalaikan kelas sehingga semua siswaku saling bicara sendiri. Aku pandangi waktu dan bel pulang untuk aku dan siswaku memanggil. Dan hari ini aku harus bergegas karena Amy dan Nina sudah menunggu di kedai es campur  dan es dawet yang biasanya 10  tahun yang lalu yang kita gunakan untuk saling bercerita.


Komentar

  1. Maaf sebelumnya.kenapa kalimat"10 tahun yang lalu"trus di ulang-ulang.

    BalasHapus
  2. Bagus sekali pertanyaannya Ainun , kelas X IIS 1 ya...kenapa Ibu mengulang kalimat tersebut, karena kalimat itu adalah suatu penegasan agar pembaca tidak lupa bahwa kejadian tersebut saat penulis masih SMA. Salah Literasi

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Penerus Harus Berakhlakul Karimah

Cerita Putih Abu-Abu