Generasi Penerus Harus Berakhlakul Karimah



Salah Barutkah Tingkah Anak Zaman Now !

          Dunia maya serasa menjadikan galeri tersendiri bagi remaja karena mereka memerlukan sebuah perhatian dan pengakuan bahwa mereka dianggap top,terkenal,cantik,manis. Setiap pose yang ditampilkan remaja sekarang bisa membuat geleng-geleng kepala orang dewasa. Ada yang rangkulan dengan lawan jenis dengan berpelukan, berpegangan, dengan pose yang kadang membuat sebagian orang tua mengucapkan istighfar. Apa yang membuat mereka bertingkah laku seperti di luar kontrol atau di luar norma.-norma.
          Remaja adalah tahapan bergantinya usia anak-anak , namun anak yang dari awal mempunyai bekal ilmu agama dan akhlak yang bagus, tentunya akan berbeda dengan seorang anak yang tidak dibekali ilmu agama dan akhlak dari orang tua. Orang tua adalah faktor utama dan menjadi kunci madrasah atau sekolah bagi anak dari kecil hingga remaja.
          Tingkah laku yang menyimpang pada dunia remaja seakan masalah yang tiada ujungnya. Remaja akan menjadi baik apabila keluarga dan lingkungannya baik. Dukungan dari berbagai pihak yang merupakan kontrol sosial bersama yang akan menjadikan remaja tersebut akan merasa dibimbing dan diperhatikan oleh lingkungan.
          Akhlak adalah faktor utama yang merupakan kendali baik buruknya tingkah laku remaja. Orang tua dan guru adalah pengendali utama agar remaja dapat menjadi orang lebih baik dan dapat menjadi seorang yang akhlaknya dapat dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat.
          Tingkah laku remaja sekarang banyak yang keluar dari norma-norma agama. Pendidikan merupakan jawabnnya. Karena pendidikan mempunyai aturan tingkah laku seseorang untuk lebih baik dan mengenalkan nilai-nilai agama maupun sosial kepada remaja. Pendidikan bisa berupa formal maupun nonformal karena kebutuhan dan kejiwaan remaja yang labil bisa dikendalikan dengan berhubungan orang luar selain orang tua.
          Lembaga pendidikan juga seharusnya menjadi lembaga yang mampu menumbuhkembangkan kreatifitas siswa dan mengeksplor bakat siswa, sehingga jiwa remaja yang nantinya berkembang dan dipengaruhi dari berbagai aspek seperti lingkungan dan pertemanan yang tidak baik bisa ditolak oleh remaja itu sendiri,
          Warga sekolah yang menjadi suri tauladan atau contoh prilaku remaja, harusnya dapat membentuk remaja dalam hal ini siswa akan menjadi warga sekolah yang nyaman dengan diperlihatkan karakter atau sikap warga sekolah yang lainnya dalam mendukung kejiwaan para siswa. Seperti contohnya siswa bandel pasti akan selalu membawa Handphone walaupun peraturan sekolah tidak memperbolehkannya.Mereka kan lebih lihai dalam penggunaannya karena mereka takut terlihat oleh gurunya, namun sebenarnya tidak guru saja yang berperan untuk menegakkan peraturan sekolah tetapi semua warga sekolah seperti pan Bon atau penjaga sekolah.
Guru kadang mendapat informasi justru tidak dengan siswa tetapi dengan siapa saja seperti penjaga sekolah yang biasanya tidak ditakuti oleh siswa karena bukan guru. Namun, apabila penjaga sekolah pihak tata usaha atau bukan guru BP yang melihat siswa bandel tidak mematuhi peraturan sekolah setidaknya merekapun adalah warga sekolah yang harus menjaga peraturan sekolah harus ditegakkan. Sehingga, semua siswa akan merasa ada yang mengawasi dan berpikir ulang akan melakukan hal-hal yang melanggar peraturan sekolah.
Tingkah laku yang aneh dari remaja karena juga tidak begitu mendalami ilmu agama. Dalam hal ini, peran yang mengenalkan ilmu agama dan akhlak adalah keluarga. Keluarga sangat berperan penting dalam mendidik atau mengenalkan mana perbuatan yang benar mana perbuatan yang salah.
Anak sekarang akan melihat secara langsung apa yang dilakukan masayarakat. Contoh salah satu kegiatan sekelompok anak yang masung dalam suatu Gank. Seorang anak akan bertanya mereka siapa dan apa yang mereka lakukan, kenapa mereka berpakaian seperti itu, kenapa mereka tidak pulang tidur diemperan, kenapa mereka selalu menggunakan baju berwarna hitam. Apabila orang tua hanya diam dan tidak menjelaskan ini akan berpengaruh pada pemahaman pada anak. Bahwa apa yang dilihat adalah baik, bahwa apa yang dilihat tidak ada efeknya bahkan sesuatu yang tidak berpengaruh pada kehidupannya kelak.
Tugas orang tua karena lingkungan yang tidak mendukung dengan tingkah laku anak yang baik dan positif sehingga seorang orang tua harus lebih intens mempunyai waktu bicara kepada anaknya dalam waktu apapun. Semoga anak yang salah barut dari awal akan lebih bisa cepat diperbaiki  sebelum terlambat orang tua menyadari bahwa anaknya salah pergaulan atau anak yang tidak bisa dibanggakan lagi.
         
         

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Putih Abu-Abu