RinaiMu yang Kutunggu Saat awan menggulung di ujung malam Saat suara bergetar tertahan di kesunyian malam Dendang lagu di buritan kelam mengantar pada kesepian Janji Tuhan yang tak akan lari dari sebuah doa Janji Tuhan yang tak akan terhapus dari keluh kesah hambanya Kegersangan menjadikan kami mudah berprasangka Kotornya hati meluluhlantakkan niatnya oh RinaiMU yang teduh RinaiMu yang membuat dunia bisa tertawa Kuatkan iman kami yang naik turun yang tak henti Membawa pada sebuah keindahan sunyi dan kehangatan malamMU
Postingan
Menampilkan postingan dari September, 2017
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Lembayung di Ujung Senja Hari ini langit begitu cerah, secerah seorang pendidik akan mengawali harinya dengan bertemu dengan siswa siswinya. Bu Dini menghembuskan nafasnya perlahan dengan duduk di ujung kursinya yang dari tadi mengeluarkan suara tanda kursi itu sudah tua. Ruang guru yang banyak penghuninya pagi itu kelihatan sepi sekali karena semua teman guru bu Dini sedang mengajar di kelas masing-masing. Hanya seorang bu Dini yang kebetulan untuk hari itu tidak mengajar karena digantikan oleh jam mengajar Kepala Sekolah. Tatapan mata nanar dan wajah yang sudah keriput mengharuskan bu Dini yang sudah tua membetulkan kudungnya sambil melihat buku anak-anak kelas V yang masih belum tersentuh olehnya dari minggu kemarin. Pikirannya melayang kemarin sore dia melihat uang di dalam dompetnya tinggal beberapa lembar padahal hari untuk bulan ini pasih panjang. Teringat juga anak pertama Rahman yang meminta dibelikan laptop karena untuk keperluan menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya yang se...